Seringkali kita melihat karya seni yang kita puji, yang kita suka, yang kita kagumi. Tapi pernahkah kita berpikir siapa orang dibalik karya itu? siapa seniman yang brilian menciptakan sesuatu yang dapat membuat mata orang terbelalak kagum? siapakah namanya? seperti apa wajahnya? bagaimana karakter dan kepribadiannya? Mungkin jika karyanya berupa lukisan, patung atau foto yang dihasilkan oleh seorang seniman terkenal kita baru dapat mengenali lebih jauh sosok seniman tersebut. Namun bagaimana jadinya jika karyanya adalah berupa ukiran kayu, atau miniatur becak yang dijual di mall? Apakah kita tahu siapa pembuatnya? Jawabannya kebanyakan tidak…
Hal inilah yang sangat jarang kita perhatikan. Terkadang kita lupa bahwa tanpa sang seniman tidak akan ada karya di dunia ini. Kita tidak mau tahu bagaimana kehidupan si seniman pembuat miniatur becak atau karya lainnya. Entah dia hanya seorang miskin yang cuma mendapatkan untung sepuluh ribu perak untuk sebuah miniatur becak yang dijual dengan harga seratus lima puluh ribu. Atau dia hanya seorang tukang becak yang mendapat ongkos pembuatan sangkar burung sebesar limapuluh ribu perak dengan waktu pengerjaan dua minggu. Itu jika dilihat dari segi materiil saja, tapi jika kita buka lebih lebar lagi mata kita, apa pernah dia dihargai oleh orang yang membeli karyanya. Bisa jadi si seniman miniatur becak dimaki maki oleh si pembeli saat berpapasan di jalan karena becaknya menghalangi jalan mobil si pembeli. Meskipun kemungkinan ini sangat kecil, namun ambillah kesimpulannya bahwa kebanyakan seniman-seniman berbakat di Indonesia ini sangat banyak yang tidak dikenal orang.
Kami disini ingin mengajak teman-teman semua untuk mencoba lebih menghargai seniman di balik sebuah karya seni. Mereka juga ingin dikenal, ingin dihargai secara sosial, bukan hanya secara materi karena ada hal-hal yang tidak bisa dinilai dengan uang. Uang menjadi tidak berarti disaat kehadiran kita di dunia serasa tidak ada artinya di mata orang lain. Uang hanya menjadi alat untuk memenuhi kebutuhan secara fisik, namun tidak dapat mengobati rasa kosong dan sakit dalam hati manusia. Mereka adalah manusia-manusia berbakat yang seringkali dipandang sebelah mata.
Bayangkan jika dunia tanpa seni, apakah akan tetap indah? Apakah akan tetap berwarna? Seni adalah anugerah dan seniman adalah mereka yang diberi berkah, maka hargailah mereka…
- Jap -
Fourspeed Brain Division







pengahargaan terhadap seni memang sering hancur oleh nilai materi yang diberikan terhadap suatu karya.
menghargai suatu karya memang tak dapat di nilai dengan uang, tapi karya anda dengan fourspeedlab mengundang decak kagum semua orang. saya bangga mengakuinya sekarang sebagai hasil dari teman saya huhuhuhu
suksess yah.
tapi kadang seni itu sendiri sukar dimengerti mas, seperti sengaja dibuat begitu. semisal seni instalasi. sampai sekarang saya masih terus mencoba memahami di mana nilai keindahannya.
wah…gue setuju bangeut niy ma komen bro Bedh!!! gue jg lbh mengutamakan proses drpd hsl. krn menurut gue, yg namanya hsl itu mengikuti proses.
tp sulit jg jaman skrg ini…..dimana-mana segala sesuatu itu dinilai scr materi siy.
btw, lam kenal yah! ^_*
maap ga nyambung sama postingan lo..
salam kenal juga,, gw Hilda. lo siapa?
met natal juga klo lo merayakan
Seharusnya di setiap karya di cantumin nama ato nick name si pembuatnya, nah trus kalo kita dah tau pembuatnya trus ngapain donk??? nah lho…
* daus
wah itu dia.. seni mungkin ada segmennya.. saya juga tidak terlalu mengerti tentang seni instalasi tapi saya rasa itu tetep seni sih… liat disini http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0204/09/0310.htm
*rz
wah iyah juga segalanya di liat dari materi, tapi ketika memulai.. apakah bisa menikmati proses dulu.. atau terpaku kepada hasil duluan, tapi apakah masih memperdulikan penilaian orang lain ?
* nne
) apalagi penyanyi bola
lam kenal juga hilda.. uut gak ngerayain ikut mengucapkan selamat ajah.
yang ngelola uut tapi bukan penyanyi dangdut
@bedh
Salam kenal bedh, heheh…Saya setuju ma dikau tentang pentingnya proses daripada hasil. Menurut saya jika dilihat lebih jauh, penghargaan suatu seni menggunakan uang adalah bentuk apresiasi dan tanda bahwa seni tersebut bukan sembarangan, tidak pasaran, sulit dimiliki karena dibatasi harga tinggi, namun itulah seni, terlibat banyak kepuasan didalamnya tetapi bukan kepuasan materi, adalah kepuasan batin sang empunya atau tim yang menciptakan seni tersebut. Pada akhirnya harga tinggilah yang menjaga seni tersebut tetap unik, berharga dan selalu diingat…bayangkan jika harga buckle fourspeed hanya 30 ribu…otomatis bakal ada di emperan dan siapapun bisa memilikinya…akhirnya seiring waktu, buckle fourspeed akan terlihat seperti gesper hansip nantinya, fiuuuhhhh….hope it won’t happen…hehehe anyway thx 4 ur comment bro…
@kecek
Keren bro ptanyaannya kritis…hehehe gw skalian mo jelasin klo sebenernya penghargaan buat si seniman itu ga harus dicantumin di produk aja tapi bisa jadi senimannya yang diekspos. Contoh lihat Orange County Chopper dengan Paul Sr dan Paul Jr nya yang dominan, namun kru2 yg lainnya tetap diekspos, Vinnie, Ricky, Cody sebagai mekaniknya pun namanya ikut terangkat. Lihat West Coast Custom yang dulu identik dengan Mad Mike, Alex dan Big Dane. Saya berpendapat, mereka bertiga pamornya lebih tinggi dibanding pemiliknya Ryan (untuk serial pimp my ride) bagi penontonnya. Penghargaan itulah yang membuat kepuasan mereka bekerja lebih tinggi dan otomatis semangatnya akan terdongkrak jauh lagi. Dengan begitu maka imajinasi, ide2 gila mereka makin bermunculan, produk semakin sulit ditiru, servis makin memuaskan, konsumen makin puas, pasar semakin berkembang, dollar berdatangan, hehe…
Memang dibutuhkan media, waktu, dan usaha yang besar untuk dapat mencapai itu. Kami (fourspeed) juga bercita-cita suatu hari nanti dapat mengekspos siapa2 yang terlibat dalam seluruh prosesnya. Jadi saya pikir semuanya berhubungan antara proses satu dengan lainnya. Semakin orang mengenal siapa pencipta dibalik keindahan suatu seni maka seni tersebut akan semakin kuat namanya, begitu pula sebaliknya.
Wogh!
gw baru tau ada bengkel kek gini di bandung. btw jl neptunus tu di daerah mana ya? sekali lagi keren..keren..keren. salam kenal
*sorry OOT*
@tukangkopi
kopimix atu bang…:D ma indomi telor 1, jeruk panas, martabak 2 kilo, fanta 3 ons…hehehe…
Neptunus itu di margahayu raya bro…daerah sukarno hatta deket MTC, klo mo maen silakan…
salam kenal juga..
wew,,dunia tanpa seni? gak berani ngebayanginnya
nice point of view. Manusia sebenarnya semua istimewa cuma ada yang berhasil terekspos ada yang tidak. Yang terekspos ya dianggap pesohor ataaw seniman
seni hanya untuk seni …
selamat tahun baru 2008
Seni adalah keindahan..
Dan dgn menempatkan karya seni sebagai karya seni saya kira itu sudah cukup sebagai bentuk penghargaan terhadap senimannya..
@qzink666
saya setuju dgn pendapat anda menempatkan karya seni sebagai karya seni merupakan bentuk penghargaan thdp senimannya. Namun coba lihat betapa banyak orang yg tidak menyadari siapa orang di belakang suatu karya seni. Contoh film, saya suka dengan film yg di produseri oleh jerry bruckheimer seperti film seri CSI, black hawk down, enemy of the state. Atau saya suka dengan film2 will smith seperti independence day, hitch, men in black, dll. Dengan saya tahu salah satu seniman yg terlibat, hal itu membuat saya merasa ada dorongan utk selalu menonton film yg dibintangi atau diproduseri oleh seniman yg saya suka. Dan tidak jarang saya menunggu2 karya2 mereka yg baru. Itu sebuah contoh, berlaku juga utk hal2 yg lain seperti produk misalnya, brand2 besar dunia yg sangat ternama juga membawa nama seniman utamanya, hugo boss, harley davidson, ferrari…semuanya seniman, ada seni fashion, seni membuat mobil atau motor. Mudah2an dengan kita menyadari itu bisa menjadi motivasi untuk kita lebih maju lagi. Tapi benar kata anda, tempatkan karya seni sebagai karya seni.:)
Wahhhhh……, salut ‘aa’ diriku padamu
Memank seni itu tiada 2-nya, tanpa ada-nya seni dan seniman, dunia ini tak berwarna…. n makasih buat BUCKLE , PENDANT , nya.
klo bleh sehhhh adit mau lagiiii, hehehehehehe…….Succes for FOURSPEED
mungkin lebih cocok kalo dibilang mari membanggakan hasil karya seni,..
menghargainya dengan materi sepertinya terlalu berlebihan euy,..
saya yakin para seniman merasakan hal yang sama,…
bukan hasil seninya, tapi prosesnya,..
hehehe,..
saya memang sok tau kadang2,..
*kabur ah!